MENGENAL GEACITTA, ANAK FILSAFAT YANG INSPIRATIF

Halo semua! Tim bulan ini berhasil mewawancarai seorang anak filsafat yang inspiratif. Masih muda memang, tapi pengalamannya udah sabi banget, lho. Please welcome

geaaa

Geacitta, Filsafat UI 2012

Tim (T): Hai Gea! Apa kabarnya nih… Kita minta waktunya sebentar ya untuk ngobrol-ngobrol.

Gea (G): Hallo, KOMAFIL UI! Alhamdulillah baik, hahaha. Yuk yuk.

T: Perkenalan dulu nih, Ge.

G: Namaku Gigay Citta Acikgenc, panggil aja Gea. Aku lahir di Jogja, 16 Juli 1993. Asal sekolahku dari SMA Semesta, Semarang. Kini, aku adalah mahasiswi semester 3 di program studi S1 Filsafat UI.

T: Kesibukanmu sekarang selain kuliah, apa?

G: Apa ya… Hmm, aku aktif dalam organisasi kepemudaan, sekaligus nyambi juga sebagai pengajar di sekolah informal Rumpin. Sama paling nulis-nulis artikel gitu sih, hehe. Aku rutin ngeblog di laman pribadiku, http://igeacitta.wordpress.com

T: Okesiiip, masuk ke pertanyaan berikutnya. Klasik sih, tapi kudu dijawab. Kenapa kamu memilih kuliah Filsafat?

G: Hahaha. Pertanyaan yang udah sering banget ditanyain ke aku. Actually, aku nggak punya ideal final akan profesi yang terkotak-kotakkan. Aku suka akan hal-hal yang bebas, out-of-the-box. Biasanya temenku pasti kalau ditanya cita-cita; jawabnya ya dokter, arsitek, dsb. Aku nggak minat kesitu. Pas SMA pun aku terpaksa masuk IPA, dan ketika itu aku ngerasa ‘nggak banget’. Basically sih aku suka banget baca sejak dulu. Oiya, nulis lepas juga. Nah! Filsafat kan nyambung tuh dengan hobiku itu. Aku punya curiousity yang menurutku sih, paling tepat disalurkan disini. Kebetulan sebelumnya; aku sudah berkenalan dengan Filsafat, di SMA. (baru dikit sih tapinya)

T: Sip deh. Wah, berarti kamu udah punya bayangan tentang filsafat? Gimana tuh, Ge?

G: Hihihi, iya. Ada sejarahnya, lho. Tahun 2010 aku iseng mencoba apply exchange program yang diselenggarakan AFS. Sebenernya pun aku nggak ngarep-ngarep banget, karena toh proses seleksi AFS ini panjang. Lumayan berat pula. Tetapi alhamdulillah yah, iseng-isengku itu berhadiah! Aku berkesempatan dikirim ke Italia.

Di sekolahku disana, filsafat jadi mata pelajaran wajib. Sejak itulah aku mulai tertarik dengan filsafat. Ya walaupun kajiannya sebatas pengantar aja, sih.  Tapi disitu aku mulai penasaran dan… perlahan menganggap bahwa berfilsafat merupakan kegiatan yang menyenangkan.

T: Sampai ada sejarahnya gitu, Ge. Asyik banget deh bisa exchange ke Eropa! Ceritain sedikit dong pengalaman kamu sekolah di Italia. #kepo

G: Pengalamanku ikut AFS dan bisa ke Italia adalah pencapaianku yang paling berkesan. Selama setahun bersekolah disana, aku belajar banyak hal. Aku nemuin hal-hal baru. Misalnya, sistem kelas SMA. Disana, skala yang digunakan adalah skala umur. Dengan umurku saat itu, aku ditempatkan di jenjang kelas 11. Learning by doing, itu prinsip aku. Bayangin deh, aku kan jadi kaum minoritas disana. Kultur yang beda banget dengan Indonesia, bikin aku harus cepat beradaptasi. Dari mulai bahasa aja udah beda. Fyi, aku nggak punya basic bahasa Italia. Butuh dua bulan untuk menyesuaikan bahasa. Seenggaknya, setelah dua bulan itu aku berani ke toko pizza sendiri lah, haha.

Balik lagi ke perbedaan disana. Secara fisik, aku jelas berbeda. Aku orang Asia. Tubuhku mungil, ditambah lagi aku kan berkerudung. Untungnya sih nggak dapet diskriminasi yang gimana-gimana. Tantangannya adalah gimana aku bisa punya surviving spirit di negeri orang. Aku sadar bahwa Italia-Indonesia kan jaraknya nggak dekat, haha. Awal mulanya sih homesick. Tapi dengan begitu, aku belajar jadi orang yang kuat. Nah…untungnya pula aku dapet host family yang baiknya luar biasa. Mereka tuh keluarga yang toleran banget. Bener-bener mengakomodir aku selama disana.

T: Nah, seru banget ya pengalaman kamu di Italia. Anyway, sesuai info yang dihimpun lagi nih. Kita udah kepoin kamu… Sebagai maba kan Gea terbilang AKTIF nih dengan pengalaman dan kegiatan kepemudaannya. Ceritain dong ke kita.

G: Hahaha! Sebenernya balik lagi, aku tuh orangnya iseng. Tetapi alhamdulillah, iseng-isengnya berhadiah. Kompetisi formal aku ikutin  mulai SMP, waktu itu aku aktif mengikuti story telling competition. Selain itu juga aku ngewakilin SMP-ku ke Lomba Lingkungan Hidup Toyota. Nah… pertama kali nulis cerpen dan pede untuk dilombain, pas aku kelas 11. Aku ikutan kompetisi cerpen remaja Lip Ice Award dan masuk 25 besar nasional. Hmm… oiya! Aku juga pernah menjuarai lomba menulis Surat Untuk Ibu tingkat propinsi yang diselenggarakan Radar Jogja. Alhamdulillah, juara satu.

*kemudian Gea melakukan anamnesis untuk mengingat lagi pengalamannya…*

G: Aku mewakili SMA-ku ke ajang Kompetisi Ekonomi (KOMPEK) FEUI. Kala itu, aku ikut lomba debat bahasa Inggris dan masuk 8 besar. Berkaitan juga dengan ekonomi nih, aku pernah ikutan Olimpiade Sains Nasional 2010. Sempet dikirim ke Medan, waktu itu. Cuma emang karena fokusnya terpecah sama rencanaku ke Italia, aku nggak berhasil menggondol gelar juara. Cuma masuk jajaran finalis nasional, huhu.

Kemudian aku ikut AFS seperti yang tadi udah dipaparkan diatas. Pengalaman itu yang paling berkesan sih, sampai sekarang. Selanjutnya pada Desember 2012 kemarin, aku ikutan kompetisi essai pemuda bertema pendidikan: Menjadi Indonesia. Kompetisi ini tingkat nasional dan diselenggarakan oleh TEMPO. Berbeda dengan ajang sebelumnya, kompetisi ini mengharuskan aku ikut seleksi lagi berupa camp. Seru banget! Di camp itu, aku dapet banyak teman dari berbagai latarbelakang. Alhamdulillahnya lagi, aku lolos seleksi 30 besar dan akhirnya menjadi juara satu. Seneng banget rasanya.

Nah… perihal kegiatan lain nih, aku juga bergabung dalam organisasi kepemudaan Indonesian Future Leaders (IFL). IFL inilah yang jadi concern aku dan ngefek banget ke scheduleku sehari-hari.

T: Wah luar biasa. Standing applause buatmu, Gea.

 

Opini GEA Tentang Filsafat UI

gea dan teman teman

Gea bersama kedua sahabatnya di Filsafat UI, Inta dan Anggi

T: Sekarang kita pengen tau nih, opini kamu terhadap jurusan kita ini seperti apa?

G: Aku ngerasa nyaman dan bebas disini. Lingkungannya enak! Temennya asik. Seniornya juga baik-baik. Orang bilang bahwa kehidupan di kampus tuh beda. Seniornya bakalan berlaku yang gimana-gimana. Tapi aku bangga, punya senior yang ramah dan welcome banget sama mabanya. Hmm, tentang dosennya juga aku excited, lho. Aku paling suka kelas Bung Sandi. Sehabis kelas beliau, aku tuh selalu dapet pengetahuan baru yang emang oke punya. Pak Donny Gahral juga aku suka cara mengajarnya. Overall, Filsafat UI tuh asik banget!

T: Hahaha, yoi Gea! Nahhh… ini juga pertanyaan khas. Biasanya kan mahasiswa filsafat punya filsuf favorit masing-masing. Kamu sendiri gimana?

G: Aku juga punya. John Dewey adalah filsuf favoritku saat ini.

 

Secercah Harapan GEA

T: Pengalaman dan kegiatanmu kan udah dishare nih. Kira-kira untuk selanjutnya, apa harapan kamu (khususnya) sebagai mahasiswi Filsafat?

G: Okay. Untuk sekarang ini aku pengen banget memahami Epistemologi, 100% ya… Hahaha. Menurutku, jantung filsafat adalah epistemologi. Dengan belajar episteme, cara pikir kita otomatis terpengaruh. Contoh simpelnya, saat ini banyak orang terkadang salah menempatkan argumen. Yang mana argumen tersebut seharusnya disampaikan di ranah privat, eh malah diumbar di ranah publik. Itu logical fallacy juga, lho!

Berkaitan juga dengan projectku di IFL, sebenernya. Aku punya harapan besar untuk meng-goal-kan National Youth Policy. Selama ini kan pemuda di Indonesia, belum diajak berpartisipasi aktif dalam perencanaan kebijakan. Faktanya sekarang hanyalah, setelah kebijakan itu digulirkan… baru deh anak muda diajak ramai-ramai ikut serta. Dewan pemuda kita kan sebenernya potensial banget. Hmm, semoga dreams come true aja sih ya! Amin.

T: Ide yang mulia sekali! Apakah dengan demikian, kamu udah mulai concern dalam cita-cita mengubah Indonesia secara menyeluruh?

G: Buat aku sih, kuncinya adalah setiap individu bisa fokus pada diri sendiri. Masing-masing pemuda harus menjadi yang terbaik bagi dirinya. Nggak usah muluk-muluk nuntut perubahan lah, kalau kitanya sendiri belum beres. Aku yakin kok, Indonesia akan makin baik dengan sendirinya seiring perubahan tiap-tiap individu tersebut.

T: Siiip, inspiratif banget. Terima kasih atas kesediaannya waktunya. Sukses untukmu, Gea!

G: Allora, grazie mille per l’opportunita’, e stata molto piacere a fare un intervista con voi!

(Well, thanks a lot for the opportunity. It was nice to have an interview with all of you!)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s